Selasa, 07 Mei 2013


ALAT PERAGA
1.        Pengertian Alat Peraga
Pengertian alat peraga pendidikan /alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran yang berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran.
2.        Tujuan Alat Peraga Pendidikan
Alat peraga pendidikan akan membantu dalam melakukan penyuluhan, agar pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan lebih jelas dan masyarakat sasaran dapat menerima pesan orang tersebut dengan dengan jelas dan tetap pula. Untuk memudahkan penjelasan dari sebuah teori memang akan sangat membantu jika didukun oleh alat peraga pendidikan sesuai disiplin ilmu
3.      Jenis-jenis alat peraga
a.       Gambar
Gambar adalah suatu bentuk alat peraga yang nampaknya saling dikenal dan saling dipakai, karena gambar disenangi oleh anak berbagai unur, diperoleh dalam keadaan siap pakai, dan tidak mengita waktu persiapan.
b.      Peta
Peta bisa menolong mereka mempelajari bentuk dan letak negara-negara serta kota-kota yang disebut Al-kitab. Salah satu yang harus diperhatikan, penggunaan peta sebagai alat peraga hanya cocok bagi anak besar/kelas besar.
c.       Papan tulis
Peranan papan tulis tidak kalah pentingnya sebagai sarana mengajar. Papan tulis dapat dirima dimana-mana sebagai alat peraga yang efektif. Tidak perlu menjadi seorang seniman untuk memakai papan tulis. Kalimat yang pendek, beberapa gambaran orang yang sederhana sekali, sebuah diagram, atau empat persegi panjang dapat menggambarkan orang, kota atau kejadian.
d.  Boks pasir
Anak kelas kecil dan kelas tengah sangat menggemari peragaan yang menggunakan  boks pasir. Boks pasir dapat diciptakan “peta” bagi mereka khususnya bagi kelas tengah karena pada umur tersebut mereka sudah mengetahui jarak dari desa ke desa.

4.      Kelebihan Dan Kelemahan Alat Peraga
Kerlebihan Alat Peraga
  • Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik
  • Memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah memahaminya
  • Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak akan mudah bosan 
  • Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti :mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan dan sebagainya.
Kekurangan Alat Peraga
  • Mengajar dengan memakai alat peraga lebih banyak menuntut guru.
  • Banyak waktu yang diperlukan untuk persiapan 
  • Perlu kesediaan berkorban secara materiil
Menurut Ruseffendi (dalam darhim,19986:14 ) menyatakan bahwa alat peraga yang di gunakan harus memiliki sifat sebagai berikut:
  1. Tahan lama (terbuat dari bahan yang cukup kuat ).
  2. Bentuk dan warnanya menarik.
  3. Sederhana dan mudah di kelola (tidak rumit ).
  4. Ukurannya sesuai (seimbang )dengan ukuran fisik anak.
  5. Dapat mengajikan konsep matematika (tidak mempersulit pemahaman)
  6. Sesuai dengan konsep pembelajaran.
  7. Dapat memperjelas konsep (tidak mempersulit pemahaman )
  8. Peragaan itu supaya menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berpikir yang abstrak bagi siswa.
  9. Bila kita mengharap siswa belajar aktif (sendiri atau berkelompok ) alat peraga itu supaya dapat di manipulasikan , yaitu: dapat diraba, dipegang, dipindahkan, dimainkan, dipasangkan, dicopot, (diambil dari susunannya ) dan lain-lain.
  10. Bila mungkin alat peraga tersebut dapat berfaedah lipat (banyak ).

MEDIA PEMBELAJARAN
1.      Pengertian Media Pembelajaran
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
2.      Fungsi Media Pembelajaran
a.    Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik
b.    Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas.
c.    Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
d.   Media menghasilkan keseragaman pengamatan
e.    Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
f.     Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
g.    Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
h.    Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak
3.      Jenis Media Pembelajaran
·      Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
·      Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
·      Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
·      Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
4.      Tujuan Media Pembelajaran
·         mempermudah proses belajar-mengajar
·         meningkatkan efisiensi belajar-mengajar
·          menjaga relevansi dengan tujuan belajar
·         membantu konsentrasi siswa
Sumber :
·         Sudjana Nana dan Rivai Ahmad, 1991. Media Pengajaran, Sinar Baru  Algensindo:Bandung
·         http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertian-alat-peraga.html


ASSESMEN KINERJA

1.      Pengertian Assesmen Kinerja
Assesmen Kinerja yaitupenilaian terhadap proses perolehan penerapan pengetahuan dan keterampilan melaluiproses pembelajaran yang menunjukkan kemampuan siswa dalam proses dan produk.
Assesmen ini cocok untuk menggambarkan proses, kegiatan, atau unjuk kerja. Kefiatan tersebut dinilai melalui pengamatan terhadap siswa ketika melakukannya.
Assesmenini melibatkan aktivitas siswa yang membutuhkan injuk keterampilan tertentu atau penciptan hasil yang telah ditentukan. Karena itu metodologi assesmen ini member peluang kepada guru untuk menilai pencapaian berbagai hasil pendidikan yang sebenarnya tidak dapat dijabarkan dalam tes tertulis. Melalui assesmen ini guru dapat mengamati siswa saat mengerjakan tugas serta menilai tingkat penugasan yang dicapai siswa.
2.      Pengelompokan Assesmen Kinerja
a.  Assesmen kinerja klasikal digunakan untuk mengakses kinerja siswa secara keseluruhan dalam satu kelas.
b. Assesmen kinerja kelompok untuk mengakses kinerja siswa secar berkelompok.
c.  Assesmen kinerja individu untuk mengakses kinerja siswa secara individu.
3.      Fase Assesmen Kinerja
1.    Fase 1 Mendefinisikan kinerja. Pada tahap ini ditentukan kinerja apa saja yang akan dinilai.
2.    Fase 2 mendesain latihan-latihan kinerja. Setelah kinerja yang akan dinilai ditentukan tahapberikutnya adalah menyediakan pembelajaran yang memungkinkan aspek kinerja yang akan dinilai dapat mncul.
3.    Fase 3 melakukan penskoran dan pencatatan hasil.
Dalam penskoran penilaian sebaiknya dilakukan oleh lebih dari satu orang agar factor subjektifita dapat diperkecil dan hasilnya lebih akurat.




ASSESMENPORTOPOLIO

1.      Pengertian Assesmen Portopolio
Assesmen Portopoio adalah  penilaian terhadap kumpulan berkas sebagai bukti fisik setiap aktivitas siswa selama dan sesudah pembelajaran, bisa berupa dokumen hasil tes, tugas-tugas, hasil karya, catatan tentang sikap-minat, ketrampilan, dan kompetensi siswa. Assesment ini merupakan  salah satu bentuk penilaian autentik yang diadaptasi secara luas di sekolah-sekolah saat ini. Diane Hart mendefinisikan portofolio sebagai "sebuah wadah yang memegang bukti keterampilan individu, ide, minat, dan prestasi." Penilaian portofolio merupakan satu metode penilaian berkesinambungan, dengan mengumpulkan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan seseorang (Pomham, 1984). Seluruh hasil belajar peserta didik (hasil tes, hasil tugas perorangan, hasil praktikum atau hasil pekerjaan rumah) dicatat dan diorganisir secara sistematik.
2.      Fungsi Assesmen Portopolio
Ø  Sebagai dokumentasi kemajuan siswa selama kurun waktu tertentu.
Ø  Utuk mengetahui bagian-bagian yang perlu untuk diperbaiki
Ø  Untuk membangkitkan kepercayaan diri dan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar.
Ø  Mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar.\
3.      Keuntungan Assesmen Portopolio
1.      Kemajuan belajar siswa dapat terlihat dengan jelas.
2.      Menekanakan pada hasil pekerjaan  terbaik
3.      Siswa dapat memberikan pengaruh positif dalam pembelajaran.
4.      Memberikan motivasi yang lebih besar terhadap siswa
5.      Memberikankesempatan  terhadapsiswa untuk bekerja sesuai individu.
6.      Dapat menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa terhadap siswa itu sendiri, orangtua, dan pihak yang terkait.
4.      Cara pelaksanaan Assesmen Portopolio
Cara yang akan dipakai harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai, tingkatan siswa dan jenis kegiatan yang akan dilakukan. Selanjutnya contoh-contoh pekerjaan tersebut disimpan dalam  satu tempat khusus untuk setiap suiswa. Ketika diperlukan portopolio siswa dapat digunakan dengan mudah.
5.        Bentuk-Bentuk Assesmen Portopolio
1.      Catatan anecdotal, yaituberupa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenai perilaku siswa khususnya selama  berlangsungnya proses pembelajaran. Lembaran  ini  memuat identitasyang akan diamati, waktu pengamatan, dan lembar rekaman kejadian,
2.      Ceklis atau daftar cek yaitu daftar yang telah disusun berdasarkan tujuab perkembangan yang hendak dicapai siswa.
3.      Skala enilaian yang mencatat isyarat kemajuan perkembangan siswa.
4.      Respon-respon siswa terhadap pertanyaan.
5.      Tes skrining yang berfungsi untuk mengidentifikasikan keterampilan siswa setelah pengajaran dilakukan.
6.      Langkah-langkah Menerapkan Portopolio
1.      Tahap persiapan, meliputi :
a.       Menentukan jenis portopolio yang akan dikembangkan.
b.      Menentukan tujuan penyusunan portopolio.
c.       Memilih kategori-kategori pekerjaan  yang  akan  dimasukkan  dalam  portopolio.
d.      Meminta siswa untuk memilih tugas-tugas yang akan dimasukkan dalam portopolio.
e.       Guru mengembangkan rubric yang akan menyekor pekerjaan siswa.
2.      Mengatur Portopolio
Diatur  sesuai  kesepakatan selama  satu semester. Siswa harus diinformasikan bahwa semua tugas akan dijadikan buktu dalam portopolio. Tugas-tugas yang akan dijadikan dokuen harus sesuai dengan tujuan portopolio. Kemudian ditata dan diorganisir sesuai dnegan cirri khaspribadi masing-masing
3.      Pemberian Nilai  Akhir Portopolio
Aspek yang dinilai meliputi isi portopolio, dan kelengkapan portopolio yang meliputi pemberian sampul, nama pengembang, dan perencana (siswa dan guru), daftar isi dan refleksi diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar